Dibawah ini adalah situs yg menyediakan beberapa SNI, MSDS, (tidak seluruhnya bisa diakses atau didownload) :
SNI
SNI BSN (gratiss download)
MSDS
pengunaan alat kimia
INFO DOSEN
Senin, 25 Juni 2012
Kamis, 26 Januari 2012
kafein
Kafein merupakan alkaloid dari familly methylxanthine, yaitu senyawa alami yang ditemukan dalam daun, biji atau buah lebih dari 63 spesies tanaman di seluruh dunia. sumber kafein yang paling umum terdapat pada kopi, kakao, kacang, kacang, kola, dan daun teh. Kafein dalam keadaan murni merupakan senyawa
yang sangat pahit dan berbentuk serbuk putih. Rumus kimianya adalah C8H10N4O2 dengan nama sistematiknya 1, 3, 5-trimethylxanthine
Kafein adalah zat
farmakologis aktif dan dapat menjadi stimulan
sistem saraf pusat ringan yang tergantung pada dosisnya. Kafein tidak menumpuk
di tubuh selama beberapa waktu dan biasanya dikeluarkan dalam waktu beberapa
jam setelah dikonsumsi. Metilantin alami lain, yaitu
teobromin dan teofilin. Teobromin yang termetilasi dalam bentuk kafein. Kafein dan senyawa terkait
mengandung cincin imidazola fusi cincin pirimidin.
Sumber utama kafein adalah kopi "Kacang"
(yang sebenarnya adalah biji tanaman kopi). Kadar
kafein dalam kopi bervariasi tergantung pada jenis biji kopi dan metode
persiapan yang digunakan bahkan kacang dalam semak
yang diberikan dapat menunjukkan konsentrasi yang bervariasi.
Secara umum, satu porsi kopi berkisar 40 miligram, untuk satu kemasan
arabika-espresso (30 mililiter), dan sekitar 100 miligram untuk sekali minum kopi
(120 ml). Umumnya, kopi hitam yang
dipanggang memiliki kadar kafein yang rendah karena proses pemanggangan
mengurangi
kadar kafein
pada kacang. Kopi Arabika biasanya
mengandung kafein yang kurang dari
varietas robusta. Kopi juga
mengandung sejumlah teofilin, tetapi tidak mengandung teobromin.
Berbagai produsen pasar membuat tablet kafein dan mengatakan bahwa mengkonsumsi kafein dapat meningkatkan
daya ingat. Efek ini telah ditanggung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan
kafein (baik dalam bentuk tablet atau tidak) dapat menyebabkan kelelahan
menurun dan peningkatan daya ingat (Bolton et al
1981.). Tablet ini banyak digunakan oleh
mahasiswa belajar untuk ujian mereka dan orang-orang yang bekerja atau
mengendarai selama berjam-jam
Steviosida
Pemanis steviosida adalah salah satu pemanis alami
yang bersifat non-nutritif. Secara alami, steviosida diperoleh dari ekstrak
daun stevia. Tubuh manusia tidak dapat memetabolisme steviosida sehingga tdak
ada kalori yang diserap melainkan langsung dibawa ke saluran eksresi.
Penggunaan steviosida pertama kali dipromosikan oleh seorang professor asal
Belgia sebagai alternative gula dalam bahan pangan. Selain steviosida, daun
stevia memiliki glikosida lain seperti rebaudisida dan dulkosida. Keuntungan
steviosida sebagai tambahan dalam bahan pangan dapat menguatkan rasa manis, non
kalori sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah, stabil terhadap suhu panas
hingga 2000C, memperlambat pembentukan plak dan karies di gigi,
serta tidak bersifat toksik.
sakarin
Pemanis sakarin dalam bentuk garam kalsium dan natrium serta bentuk asam bebasnya (3-okso-2,3-dihidro-1,2-benzisotiazol-1,1-dioksida)
tersedia sebagai pemanis non-nutritif. Sakarin sekitar 300 kali lebih manis
daripada sukrosa pada konsentrasi sampai dengan yang ekuivalen dengan larutan
sukrosa 10%, tetapi kisarannya 200–700 kali kemanisan sukrosa bergantung pada
konsentrasi dan matriks makanan. Sakarin menyisakan rasa pahit berlogam di
mulut, terutama bagi beberapa orang, dan pengaruh ini semakin nyata dengan
bertambahnya konsentrasi.
Keamanan
sakarin telah diselidiki selama lebih dari 50 tahun, dan pemanis ini telah
ditemukan menyebabkan kejadian karsinogenesis yang rendah pada hewan uji.
Namun, banyak ilmuwan berpendapat bahwa data hewan tersebut tidak relevan pada
manusia. Dalam manusia, sakarin diserap dengan cepat, dan kemudian
diekskresikan dengan cepat di dalam urine. Meskipun peraturan saat ini di
Amerika Serikat melarang penggunaan aditif makanan yang menyebabkan kanker pada
hewan percobaan apapun, larangan atas sakarin di Amerika Serikat, yang
diusulkan oleh FDA tahun 1977, telah ditunda sambil menunggu penelitian lebih
lanjut. Namun, pernyataan peringatan bagi kesehatan diperlukan pada kemasan
makanan yang mengandung sakarin. Sakarin diperbolehkan penggunaannya dilebih
dari 90 negara di seluruh dunia.
ELISA
ELISA adalah suatu
metoda immunokimia yang berdasarkan reaksi spesifik antara antigen dengan
antibodi yang memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi dengan
menggunakan enzim sebagai indikatornya. Dengan memiliki satu dari komponen
tersebut (antigen atau antibodi) yang dlabel dengan enzim dan diikatkan dengan
pendukung Immuno Sorbent maka akan
terbentuk antigen-antibodi kompleks. Metoda ELISA ini dengan antigen
kompetitif, antibodi dilapiskan pada Immuno
Sorbent (subsrat padat). Antigen sampel dan antigen yang berlabel enzim
dimasukkan ke dalam immuno Sorbent sehingga
terjadi kompetisi antara antigen sampel dan antigen berlabel enzim untuk
berikatan dengan antibodi dan terbentuk kompleks antibodi-antigen. Penambahan
substrat yang spesifik terhadap kerja enzim akan menghasilkan reaksi warna.
Hasil warna tersebut dapat dilihat secara visual atau diukur dengan menggunakan
kolorimeter atau spektrofotometer. Ciri utama metoda ini adalah menggunakan
suatu indikator enzim untuk reaksi immunologi
Langganan:
Postingan (Atom)